Jumat 25 Februari 2022 pukul 08.39.29 WIB gempa kuat mengguncang wilayah Kabupaten Pasaman Barat sebesar 6.2 Skala Righter, selain gempa juga terjadi longsor dan air bah/ galodo. Kerusakan yang terjadi sangat besar yang menyebabkan kerusakan lebih dari 500 rumah tinggal, 10.000 warga harus mengungsi, dan korban jiwa. Gempa ini terjadi di tengah pandemi Covid-19. Banyaknya kerusakan infrastruktur membuat penanganan bencana lebih sulit. Gempa bumi di Pasaman Barat menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi yang sangat banyak. Pasca gempa sebagian dari korban yang selamat dan luka mengalami trauma sehingga terganggu kondisi mental dan psikologisnya. Kondisi ini membutuhkan penanganan sehingga dapat memulihkan kondisi mental para korban gempa.
Dalam rangka menanggulangi permasalahan psikologis masyarakat rentan yaitu anak-anak dan orangtua maka salah satu cara yang dapat diterapkan yaitu memberikan play therapy dan art therapy, sedangkan untuk orangtua dengan memberikan seft therapy dan konseling trauma. Dalam hal ini Dosen Bimbingan dan Konseling beserta mahasiswa IAIN Batusangkar bekerjasama dengan UHAMKA Jakarta merasa perlu untuk melaksanakan Konseling Trauma; Pendampingan Psikologis bagi Masyarakat Korban Gempa di Pasaman Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17-19 Maret 2022 untuk membantu masyarakat menurunkan gejala kecemasan, pulih kembali pada keadaan sebelum trauma sehingga masyarakat mampu menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan yang baru pasca trauma dengan memberikan play therapy, art therapy, seft therapy, dan konseling trauma, sehingga masyarakat rentan anak-anak dan orangtua dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih efektif. Peserta dari kegiatan ini adalah masyarakat yang tinggal di Posko pengungsian di Jorong Tombo Abu, lebih dari 400 KK, dan Santri di Pondok Pesantren Al- Mukhsin sebanyak 162 santri. Narasumber Kegiatan PkM kelompok keilmuan BK bekerjasama dengan UHAMKA Jakarta merupakan dosen-dosen Bimbingan dan Konseling IAIN Batusangkar dan Dosen UHAMKA Jakarta._arsyila







